Solusi Digital untuk Mitigasi Bencana
JAKARTA, 08 Februari 2026 - Mahasiswa tingkat akhir jurusan Sistem Tertanam (Embedded Systems) sukses menciptakan terobosan dalam mitigasi bencana. Alat deteksi dini banjir berbasis IoT yang mereka kembangkan telah mendapatkan minat dari BPBD untuk uji coba lapangan di daerah rawan.
Spesifikasi Teknis dan Cara Kerja
Alat ini menggunakan sensor ultrasonik industri yang terdistribusi secara mesh network. Data ketinggian air dan debit arus secara otomatis dikirimkan ke cloud server lewat jaringan LoRaWAN, yang memungkinkan pemantauan jarak jauh tanpa ketergantungan pada sinyal seluler yang sering terputus saat badai.
"Tujuan awal kami sederhana: memberikan waktu evakuasi yang lebih lama bagi warga. Dengan algoritma prediksi kami, waktu peringatan bisa diperoleh 15 menit lebih awal dibandingkan metode manual," jelas Ketua Tim Pengembang.
Rencana Pengembangan Industri
Saat ini, kampus sedang memfasilitasi proses pendaftaran Paten dan HAKI. Selain itu, pembicaraan dengan sektor swasta untuk produksi massal casing alat yang tahan cuaca ekstrem sedang berlangsung di Inkubator Bisnis kampus.
Diharapkan pada akhir tahun 2026, sistem ini sudah dapat terpasang di sepanjang bantaran sungai wilayah Jabodetabek sebagai kontribusi nyata akademisi bagi masyarakat.